5 Rekomendasi Sekolah Kedinasan Tanpa Tes Fisik yang Wajib Dipertimbangkan

PANARA.ID - Halo Sobat Panara, mungkin beberapa dari Kalian ingin masuk sekolah kedinasan, tapi ngerasa terhalang sama tes fisik. Entah karena Kalian jarang berolahraga, memiliki kondisi kesehatan yang kurang baik, atau emang kurang suka olahraga aja. Kalau ada dari Kalian yang ngerasa kayak gitu, Sobat Panara wajib untuk mempertimbangkan 5 sekolah kedinasan tanpa tes fisik ini, karena gak ada tes fisik yang mendalam. Penasaran kan apa aja 5 sekolah kedinasan tersebut? Yuk, simak artikel dibawah ini sampai akhir.

Daftar 5 Sekolah Kedinasan Tanpa Tes Fisik

Berikut 5 Sekolah kedinasan yang tidak ada tes fisik dalam pendaftarannya:

1. Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN)

Politeknik Keuangan Negara STAN

Politeknik Keuangan Negara STAN atau PKN STAN sering dijuluki sebagai Kampus Sejuta Umat karena jumlah pendaftarnya yang selalu membludak setiap tahun. Berada di bawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, PKN STAN mencetak ahli-ahli keuangan negara yang siap ditempatkan di berbagai instansi strategis seperti Direktorat Jenderal Pajak, Bea Cukai, hingga Perbendaharaan Negara.

Kabar baiknya untuk Kalian yang tidak suka olahraga, PKN STAN tidak menerapkan tes fisik sebagai syarat kelulusan utamanya. Kampus ini juga tidak menerapkan berapa minimal tinggi badan saat pendaftaran.

Meskipun demikian, PKN STAN tetap memiliki standar kesehatan. Peserta wajib dalam kondisi sehat jasmani dan rohani. Artinya, Kalian harus bebas dari penyakit berat yang dapat mengganggu proses belajar mengajar nantinya. Selain itu, syarat mutlak yang tidak bisa ditawar adalah bebas dari narkoba.

2. Politeknik Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS)

Politeknik Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS)

Kedua ada Sekolah Tinggi Ilmu Statistik atau biasa kita singkat STIS. Lulusan STIS akan diangkat menjadi PNS di lingkungan BPS pusat maupun daerah di seluruh Indonesia.

Sama halnya dengan PKN STAN, STIS tidak memberlakukan tes fisik yang mendalam. Di STIS, juga tidak ada syarat tinggi badan minimal. Namun, perlu diingat, STIS tetap mewajibkan seluruh pesertanya sehat jasmani dan rohani. Biasanya, tes kesehatan di STIS akan fokus pada kesehatan organ dalam dan fungsi tubuh vital lainnya. Dan tentu saja, syarat WAJIB lainnya adalah bebas narkoba.

3. Politeknik Imigrasi (Poltekim)

Politeknik Imigrasi (Poltekim)

Sekolah kedinasan ketiga ini sedikit berbeda dari STAN dan STIS tadi. Politeknik Imigrasi (Poltekim) adalah sekolah kedinasan yang berada di bawah naungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Lulusannya akan ditempatkan di kantor-kantor imigrasi di seluruh Indonesia atau bahkan di perwakilan luar negeri sebagai pejabat imigrasi.

Sobat Panara harus memperhatikan syarat minimal tinggi badan saat ingin mendaftar Poltekim. Untuk Laki-laki, minimal tinggi badan adalah 170 cm, dan untuk Perempuan, minimal tinggi badan adalah 160 cm.

4. Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI Madiun)

Politeknik Perkeretaapian Indonesia

Sama seperti Poltekim, PPI Madiun masuk dalam kategori sekolah kedinasan yang mewajibkan syarat tinggi badan, namun tidak menuntut kemampuan fisik yang luar biasa berat di awal pendaftaran layaknya akademi militer. Syarat tinggi badan di sini sedikit lebih longgar dibandingkan Poltekim. Untuk Laki-laki minimal 165 cm, sedangkan untuk Perempuan minimal 160 cm.

Fokus seleksi di PPI Madiun lebih mengarah pada kesehatan fisik secara umum (tidak buta warna, tidak memiliki penyakit kronis) dan kemampuan akademis. Karena bidang kerjanya yang bersifat teknis, kesehatan mata dan pendengaran biasanya menjadi prioritas pemeriksaan. Jadi, bagi Sobat Panara yang memiliki fisik sehat dan tinggi badan cukup, tapi enggan mengikuti seleksi fisik ala militer yang menguras tenaga, PPI Madiun bisa jadi good option.

5. Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG)

Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika

Terakhir ada STMKG, kampus ini berada di bawah naungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Jika Sobat sering melihat prakiraan cuaca atau info gempa bumi, di situlah para lulusan STMKG bekerja. Mereka adalah para ahli yang menganalisis fenomena alam demi keselamatan masyarakat.

STMKG memiliki kebijakan yang mirip dengan Poltekim dan PPI Madiun. Mereka mewajibkan pesertanya sehat jasmani dan rohani, serta memiliki tinggi badan yang proporsional. STMKG mewajibkan tinggi badan minimal untuk Laki-laki adalah 160 cm dan untuk Perempuan adalah 155 cm.

Angka ini relatif lebih mudah dijangkau oleh rata-rata postur tubuh orang Indonesia. Di STMKG, tes fisik bukanlah tes yang harus dikhawatirkan. Tantangan terbesarnya justru terletak pada materi eksakta seperti Fisika dan Matematika dalam ujian akademiknya.

Kesimpulan

Nah, itu tadi 5 rekomendasi sekolah kedinasan tanpa tes fisik di ujian masuknya. Jangan biarkan informasi ini hanya sekadar jadi bacaan lewat. Mulailah ukur tinggi badanmu, cek kesehatanmu secara mandiri, dan tentukan target sekolah mana yang paling realistis dan sesuai dengan minatmu. Setelah itu, fokuslah belajar untuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti pendaftaran!

Jika Sobat Panara masih bingung harus mulai belajar dari mana, butuh strategi jitu menaklukkan soal-soal SKD yang menjebak, atau butuh teman seperjuangan agar tidak merasa sendirian, Panara Course siap membantu.

Kami menyediakan bimbingan belajar khusus sekolah kedinasan dengan metode terlengkap dan mentor berpengalaman. Jangan ragu untuk bergabung ke komunitas pejuang kedinasan kami untuk mendapatkan info terupdate, tips trik lulus, dan materi eksklusif.

Untuk informasi pendaftaran bimbingan atau sekadar tanya jawab, Sobat Panara bisa langsung menghubungi nomor kontak yang tertera di panara.id dibawah. Ingat, masa depanmu tergantung dari keputusanmu hari ini.