Urutan Pangkat Polisi dari Terendah Sampai Tertinggi Lengkap

PANARA.ID - Pernah nggak sih kamu lagi nonton berita kriminal atau film aksi Indonesia, terus bingung pas dengar istilah kayak Bharada, Bripka, atau Kombes? Atau mungkin pas lagi di jalan, kamu lihat polisi dengan tanda di bahu yang beda-beda, ada yang garis miring merah, ada yang balok emas, sampai ada yang bintangnya berjejer.

Jujur aja, bagi orang awam, hierarki di kepolisian itu emang sering bikin pusing. Tapi, mengetahui urutan pangkat polisi itu lumayan penting, lho.

Nah, kali ini kita bakal bahas soal urutan pangkat polisi di Republik Indonesia. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Mengapa Kita Perlu Tahu Jenjang Pangkat Polri?

Sebelum kita masuk ke pembahasan utamanya, ada baiknya kita ngobrol dulu kenapa sih info ini relevan buat kamu. Polisi adalah aparat penegak hukum yang paling dekat sama masyarakat sipil. Beda sama tentara yang tugas utamanya pertahanan negara, polisi itu ngurusin keamanan dan ketertiban kita sehari-hari.

Mengetahui urutan pangkat polisi membantu kita untuk lebih respect dan paham posisi mereka. Misalnya, saat kamu melapor ke kantor polisi, kamu jadi tahu mana petugas lapangan dan mana komandannya. Selain itu, buat kamu yang mungkin punya cita-cita masuk Akpol atau Sekolah Bintara, ini adalah pengetahuan dasar yang wajib banget dikuasai.

Secara garis besar, pangkat di Polri itu dibagi jadi tiga golongan besar: Tamtama, Bintara, dan Perwira. Tiap golongan punya peran dan tanggung jawab yang beda-beda.

Golongan I: Tamtama (Pangkat Terendah)

Oke, kita mulai dari urutan pangkat polisi yang paling dasar, yaitu Tamtama. Kalau diibaratkan dalam sebuah bangunan, Tamtama ini adalah fondasi awalnya. Biasanya, personel Tamtama ini adalah lulusan SMA/sederajat yang masuk melalui seleksi khusus Tamtama Polri. Mereka sering banget ditempatkan di satuan tempur kayak Brimob (Brigade Mobil) atau Polair (Polisi Air).

Jangan salah sangka, meski ini level awal, fisik dan mental mereka ditempa habis-habisan, lho. Tanda kepangkatan mereka biasanya berwarna merah dan dipasang di kerah baju atau lengan (tergantung seragam). Berikut urutannya dari yang paling bawah:

  1. Bhayangkara Dua (Bharada)

Ini adalah pangkat terendah di Tamtama. Kalau kamu sering dengar kasus-kasus yang melibatkan ajudan junior, biasanya mereka berpangkat Bharada. Tanda pangkatnya adalah satu garis miring (balok) berwarna merah. Di sini, mereka baru banget memulai karir dan biasanya tugasnya sangat teknis di lapangan.

  1. Bhayangkara Satu (Bharatu)

Satu tingkat di atas Bharada, ada Bharatu. Tugasnya masih sama, seputar pelaksana teknis, tapi tentu pengalaman mereka sudah lebih banyak dibanding Bharada. Tanda pangkatnya adalah dua garis miring merah.

  1. Bhayangkara Kepala (Bharaka)

Ini adalah pangkat tertinggi untuk level Bhayangkara. Tanda pangkatnya tiga garis miring merah. Biasanya mereka yang sudah di pangkat ini mulai dipercaya memimpin regu kecil sesama Bhayangkara.

  1. Ajun Brigadir Polisi Dua (Abripda)

Masuk ke level Ajun Brigadir, tanda pangkatnya berubah bentuk menjadi huruf V terbalik (chevron) berwarna merah. Abripda punya satu chevron merah. Di tahap ini, tanggung jawab mereka mulai nambah dikit dibanding level Bhayangkara.

  1. Ajun Brigadir Polisi Satu (Abriptu)

Pangkat ini ditandai dengan dua buah chevron (huruf V terbalik) berwarna merah. Mereka adalah senior di kalangan Tamtama menengah.

  1. Ajun Brigadir Polisi (Abrip)

Nah, ini adalah raja-nya Tamtama. Abrip adalah pangkat tertinggi di golongan Tamtama sebelum seorang polisi bisa naik ke golongan Bintara (biasanya lewat sekolah lagi atau penghargaan). Tandanya adalah tiga chevron merah. Abrip ini biasanya sudah sangat berpengalaman di lapangan dan jadi mentor buat adik-adik Tamtama-nya.

Golongan II: Bintara (Tulang Punggung Polri)

Sekarang kita naik kelas ke golongan Bintara. Bisa dibilang, Bintara ini adalah tulang punggungnya Polri. Kenapa? Karena jumlah personel Bintara ini yang paling banyak dan paling sering berinteraksi langsung sama masyarakat. Kalau kamu kena tilang, bikin SKCK, atau lapor kehilangan di Polsek, besar kemungkinan kamu dilayani oleh polisi dari golongan Bintara.

Dalam urutan pangkat polisi, Bintara menjembatani antara Tamtama dan Perwira. Lambang pangkat mereka berwarna perak/silver. Yuk, kita lihat detailnya.

  1. Brigadir Polisi Dua (Bripda)

Ini pangkat yang paling populer di kalangan anak muda yang baru lulus SMA dan masuk sekolah polisi (SPN). Bripda adalah pangkat awal Bintara. Tanda pangkatnya adalah satu balok panah perak. Di masa ini, mereka biasanya semangat-semangatnya bertugas di Sabhara atau Lantas.

  1. Brigadir Polisi Satu (Briptu)

Setelah beberapa tahun mengabdi sebagai Bripda, polisi akan naik pangkat jadi Briptu. Tandanya dua balok panah perak. Pengalaman lapangan mereka sudah mulai matang di level ini.

  1. Brigadir Polisi (Brigpol)

Pangkat ini ditandai dengan tiga balok panah perak. Brigpol biasanya sudah punya jam terbang tinggi dalam urusan administrasi maupun lapangan. Seringkali mereka menjadi komandan regu kecil dalam patroli.

  1. Brigadir Polisi Kepala (Bripka)

Mulai masuk ke level senior Bintara. Bripka memakai tanda pangkat empat balok panah perak. Di banyak Polsek, Bripka sudah memegang peran penting dalam penyidikan pembantu atau urusan kemasyarakatan (Bhabinkamtibmas).

  1. Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda)

Nah, di sini bentuk lambangnya berubah. Bukan lagi panah, tapi balok bergelombang (seperti huruf M yang dipanjangkan) berwarna perak. Aipda punya satu balok gelombang. Mereka ini biasanya sudah sepuh atau dituakan di kalangan Bintara. Bicaranya sudah lebih tenang dan solutif.

  1. Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu)

Ini adalah puncak karir di golongan Bintara. Tanda pangkatnya dua balok gelombang perak. Seorang Aiptu biasanya punya pengalaman puluhan tahun. Banyak dari mereka yang saking seniornya, bahkan sangat dihormati oleh Perwira muda yang baru lulus Akpol. Pengetahuan lapangan mereka itu mahal banget.

Golongan III: Perwira (Sang Pemimpin)

Sekarang kita masuk ke ranah para pemimpin atau manajer di kepolisian. Golongan Perwira ini dibagi lagi jadi tiga sub-kelompok: Perwira Pertama (Pama), Perwira Menengah (Pamen), dan Perwira Tinggi (Pati). Kalau kamu lihat polisi dengan tanda pangkat warna emas, berarti mereka masuk golongan ini.

Perwira ini biasanya lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) atau sarjana yang masuk lewat jalur SIPSS (Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana), atau Bintara senior yang sekolah lagi (Secapa).

  1. Perwira Pertama (Pama)

Di sub-golongan ini, para perwira muda mulai belajar memimpin satuan tingkat Polsek atau unit di Polres.

Inspektur Polisi Dua (Ipda): Pangkat pertama bagi lulusan Akpol. Lambangnya satu balok emas. Masih muda, necis, dan biasanya jadi Kanit (Kepala Unit) atau Danton (Komandan Peleton).

Inspektur Polisi Satu (Iptu): Satu tingkat di atas Ipda dengan tanda dua balok emas. Biasanya setelah beberapa tahun dinas, Ipda naik jadi Iptu.

Ajun Komisaris Polisi (AKP): Pangkat tertinggi di Pama dengan tanda tiga balok emas. Jabatan yang sering dipegang AKP adalah Kapolsek (untuk Polsek tipe tertentu) atau Kasat (Kepala Satuan) di tingkat Polres, misal Kasat Lantas atau Kasat Reskrim.

  1. Perwira Menengah (Pamen)

Masuk ke urutan pangkat polisi level menengah, lambangnya berubah dari balok menjadi Bunga Melati emas. Di sini karir seorang polisi makin prestisius.

  1. Komisaris Polisi (Kompol): Tandanya satu bunga melati emas. Kompol biasanya menjabat sebagai Kapolsek di Polsek tipe Metro atau jabatan setingkat Kabag di Polres.

  2. Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP): Tandanya dua bunga melati emas. Ini pangkat yang lazim dimiliki oleh seorang Kapolres (Kepala Kepolisian Resor) di tingkat Kabupaten/Kota. Kalau kamu lihat Kapolres di daerahmu, rata-rata pangkatnya AKBP.

  3. Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol): Ini pangkat Melati Tiga. Puncak dari Pamen. Kombes biasanya memimpin Polres Metro (kota besar) atau menjadi pejabat utama di Polda.

Perwira Tinggi (Pati)

Inilah para Jenderal. Orang-orang terpilih yang memegang komando tertinggi di institusi Polri. Tanda pangkatnya adalah Bintang.

1. Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol)

Jenderal bintang satu. Biasanya menjabat sebagai Kapolda di provinsi tipe B atau kepala biro di Mabes Polri.

2. Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol)

Jenderal bintang dua. Jabatan prestisius seperti Kapolda di provinsi besar (Tipe A) kayak Kapolda Metro Jaya atau Kapolda Jabar biasanya dipegang oleh Irjen.

3. Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol)

Jenderal bintang tiga. Posisi ini sangat terbatas, biasanya untuk jabatan sekelas Kabareskrim atau Wakapolri.

4. Jenderal Polisi

Puncak dari segala puncak urutan pangkat polisi. Jenderal bintang empat. Hanya ada satu orang yang memegang pangkat ini dalam satu waktu aktif, yaitu Kapolri (Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia). Dialah orang nomor satu di tubuh Polri yang bertanggung jawab langsung ke Presiden.

Tips Membedakan Pangkat dari Seragam

Biar nggak bingung pas lihat di jalan, ada tips gampang buat membedakan :

1. Lihat Warnanya

Merah itu Tamtama, Perak itu Bintara, Emas itu Perwira.

2. Lihat Bentuk Lambangnya

Golongan: Bentuk Lambang

Tamtama: Garis Miring (merah/biru)

Bintara: V Terbalik / Chevron (kuning)

Bintara Tinggi: Garis Gelombang (kuning)

PAMA: Balok (emas)

PAMEN: Bunga Melati (emas)

PATI: Bintang (emas)

3. Lokasi

Untuk seragam harian (PDH), Tamtama dan Bintara tanda pangkatnya ada di kerah baju. Sedangkan Perwira (Pama, Pamen, Pati) tanda pangkatnya ada di pundak. Tapi ingat, kalau seragam lapangan (PDL), semuanya ditaruh di kerah agar lebih taktis.

Kesimpulan

Gimana? Sekarang Sobat Panara udah nggak bingung lagi kan soal urutan pangkat polisi di Indonesia? Memahami hierarki ini bukan cuma soal menghafal nama pangkat, tapi juga menghargai proses panjang yang harus mereka lalui untuk sampai ke posisi tersebut. Dari seorang Bharada yang berjibaku di latihan fisik, sampai Jenderal yang harus memutar otak demi strategi keamanan nasional, semuanya punya peran vital.

Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu mengenai Polri.