Rikkes 1 Bintara Brimob Polri 2026: Apa Saja Yang Diperiksa?

PANARA.ID - Buat Sobat Panara yang punya mimpi pakai seragam Brimob, tahun 2026 ini bisa dibilang tahun yang gila banget perubahannya. Seleksi penerimaan anggota Polri, khususnya untuk Bintara Brimob, sekarang levelnya udah beda jauh dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kalau dulu mungkin masih banyak isu miring soal titipan atau kecurangan, sekarang Polri benar-benar berbenah total.

Salah satu tahapan yang paling bikin deg degan para calon siswa (Casis) adalah Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap 1. Kenapa? Karena di tahap inilah kondisi fisik kalian akan diperiksa dengan sangat detail untuk dilihat kelayakannya.

Penasaran? Yuk, kita bahas satu per satu apa aja sih yang diperiksa di rikkes 1 bintara brimob polri.

Inovasi Face Matching

Pernah denger soal joki atau calo seleksi? Orang lain yang ngerjain tes, tapi nama kita yang lolos? Nah, di seleksi Bintara Brimob 2026, praktik kayak gitu udah dipastikan musnah dan gak ada ditahun ini.

Sorotan utama tahun ini adalah teknologi yang namanya Face Matching. Jadi, sebelum kalian masuk ke ruang pemeriksaan, wajah kalian bakal di-scan dulu. Ini bukan sekadar scan biasa. Teknologi ini bakal memverifikasi identitas kalian secara digital dan mencocokkannya langsung dengan data yang kalian input pas pendaftaran online.

Langkah ini diambil Polri buat menutup rapat-rapat celah kecurangan. Tujuannya jelas, memastikan bahwa Casis yang masuk ke ruang tes adalah benar-benar orang yang sama saat mendaftar. Jadi, buat yang masih mikir mau pakai cara curang, mending kalian buang jauh jauh pikiran tersebut. Seleksi sekarang murni sesuai dengan kemampuan diri sendiri.

Prinsip BETAH dan One Day Service

Kalian pasti sering denger slogan Polri yang satu ini “BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis)”. Tapi di tahun 2026 ini, prinsip itu benar-benar diterapin di lapangan, terutama lewat sistem One Day Service.

Apa sih One Day Service itu? Gampangnya gini: Kalian tes pagi ini, hasil nasib kalian bakal ketahuan sore ini juga.

Bayangin seleksi zaman dulu, dimana peserta harus nunggu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu buat tahu hasil tes kesehatan. Itu masa-masa yang paling menyiksa mental, plus sering muncul gosip kalau nilai bisa diubah-ubah di belakang layar selama masa tunggu itu.

Nah, One Day Service itu prosedurnya kurang lebih kayak dibawah ini:

1. Pagi kalian diperiksa (tensi, mata, fisik, dll).

2. Siang data dikompilasi oleh tim dokter dan pengawas.

3. Sore hari itu juga, pengumuman ditempel atau dibacakan.

Ini bikin prosesnya jadi fair banget. Kalau kalian memenuhi syarat (MS), ya berarti lanjut. Kalau tidak memenuhi syarat (TMS), kalian berarti udah gak bisa lanjut lagi. Kepastian ini penting banget buat mental peserta, jadi gak digantung tanpa kejelasan dan lebih transparan.

Apa Aja yang Diperiksa di Rikkes 1?

Banyak yang mikir Rikkes 1 itu cuma sekadar ukur tinggi badan sama berat badan. Padahal, ini adalah pemeriksaan awal yang sangat detail dan ketat. Ingat, kalian ini mau masuk Brimob, jadi wajar kalau standar kesehatannya tinggi.

Pemeriksaan ini melibatkan tim medis dari Biddokkes (Bidang Kedokteran dan Kesehatan) Polri, tapi biar makin objektif, mereka juga diawasi langsung oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan pengawas eksternal lainnya. Jadi, dokternya gak bisa sembarangan.

Berikut adalah bagian tubuh yang diperiksa:

1. Antropometri (Postur dan Komposisi Tubuh)

Ini bukan cuma soal tinggi, tapi tim medis bakal ngecek postur tubuh kalian secara keseluruhan. Bagian yang dicek mulai dari berat badan yang idean, bentuk tulang belakang, dan bagian kaki X atau O.

2. Jantung

Sebelum diperiksa macem-macem, tensi (tekanan darah) dan nadi kalian bakal dicek. Banyak peserta yang sebenarnya itu sehat, tapi karena mereka grogi atau mungkin kurang tidur sebelum tes, tensinya jadi melonjak tinggi. Sayang banget kalau gugur cuma gara-gara panik.

3. Pemeriksaan Fisik Umum

Di sini kalian bakal diperiksa dari ujung rambut sampai ujung kaki dalam kondisi hanya mengenakan celana pendek. Nantinya dokter akan melakukan pemeriksaan di beberapa bagian dibawah:

  1. Kulit

Ada panu, kadas, kurap yang parah gak? Ada bekas luka operasi besar yang mengganggu gerak gak? Tato atau bekas hapusan tato juga jadi red flag.

  1. Varikokel & Hernia

Buat cowok, ini nih yang paling ngeri. Varikokel (pelebaran pembuluh darah di area vital) dan hernia (turun berok) sering banget bikin Casis gugur karena dianggap bakal mengganggu aktivitas fisik berat ala Brimob.

  1. Ambeien

Ini juga dicek. Gak lucu kan lagi latihan tempur tiba-tiba ambeien kumat?

4. Mata

Sebagai calon pasukan yang nanti bakal pegang senjata, kesehatan mata itu adalah hal yang sangat penting. Casis tidak boleh mengalami penyakit mata seperti dibawah

A. Visus

Mata minus atau silinder punya toleransi yang sangat kecil (bahkan nol untuk beberapa formasi).

B. Buta Warna

Gak boleh buta warna parsial apalagi total. Tesnya pake buku Ishihara yang isinya angka-angka samar gitu, jadi kalau kalian buta warna bakal susah buat lolos tes ini.

5. Gigi dan Mulut

Berikut beberapa pemeriksaan gigi di rikkes 1:

  1. Gigi berlubang harus ditambal rapi.

  2. Karang gigi harus dibersihkan (scaling) sebelum tes.

  3. Susunan gigi juga dilihat (rapi atau tonggos banget). Kalau ompong, ada batas maksimal giginya yang boleh hilang.

6. THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan)

Pendengaran harus tajam, gendang telinga gak boleh rusak atau sobek. Hidung juga akan dicek, kalau ada polip atau sinus parah yang bikin susah napas, bisa jadi masalah. Dan untuk tenggorokan akan dicek, apakah punya amandel atau tidak.

7. Mental Baja

Satu hal yang menarik dari seleksi Brimob adalah mentalitas pesertanya. Karena prosesnya ketat, seringkali membuat banyak casis gugur. Di lokasi tes Polda NTB kemarin, mungkin banyak banget wajah-wajah familiar. Mereka adalah peserta remedial atau mengulang dari tahun sebelumnya.

Ada satu cerita inspiratif dari salah satu casis di lokasi yang bilang begini:

"Tahun lalu saya ikut tapi gugur di perengkingan awal. Sedih sih, tapi itu jadi pelajaran. Harapan saya, tahun ini bisa lulus terpilih, Pak. Saya udah perbaiki kekurangan saya setahun ini."

Ini nih mentalitas yang dicari Brimob. Kalau gagal, evaluasi, bangkit lagi. Seleksi ini bukan cuma nyari yang paling pinter atau badannya yang paling kekar, tapi yang mentalnya paling kuat buat nerima proses. Mereka yang bertahan adalah yang punya mental pantang pulang sebelum padam, bahkan sebelum jadi anggota beneran.

Kesimpulan

Melihat dari proses Rikkes 1 Bintara Brimob Polri 2026 ini, kesimpulannya cuma satu, Seleksi makin ketat, tapi makin adil.

Dengan adanya One Day Service dan Face Matching, gak ada lagi ruang buat main curang. Celah buat titipan udah ditutup teknologi dan transparansi. Ini kabar baik buat kalian yang orang biasa tapi punya kualitas luar biasa. Sekarang, lapangan pertandingannya sudah rata. Siapa yang siap, dia yang masuk.

Tapi pertanyaannya, apakah Sobat Panara benar-benar sudah siap?

Inget lho, saingan kalian bukan cuma ratusan, tapi ribuan orang dari sabang sampai merauke yang mungkin fisiknya lebih prima atau lebih akademiknya lebih bagus. Mengandalkan latihan sendiri di rumah kadang tricky. Kita sering ngerasa udah bener push-up-nya, ternyata salah postur. Kita ngerasa sehat, ternyata ada varikokel. Kita ngerasa pinter, ternyata blank pas ngerjain tes.

Buat kalian yang ingin memperbesar peluang lolos seleksi Bintara Brimob tahun ini, Yuk, jangan ragu buat konsultasi atau gabung bareng Panara Course sekarang juga.